Rabu, 30 Agustus 2023

Anyer-Panarukan, Jalan Raya Pos Daendles

salah satu jalur dari Jalan Anyer -Panarukan

 Ini adalah tulisan pertama setelah vakum hampir lima tahun lebih, terakhir menulis di awal tahun 2018. Selain karena sudah jarang melakukan kegiatan yang bisa didokumentasikan juga berbagai hal termasuk pandemi, serbuan teknologi video blog atau vlog membuat blog seperti ini jarang lagi peminatnya. kegiatan ini sebenarnya bukan benar-benar baru, sudah mulai dilakukan di tahun 2013 sejak awal bersepeda dan ditulis dalam beberapa tulisan sebelumnya, namun di tahun 2023 ini ada 3 part perjalan yang juga krusial untuk melengkapi mimpi menghubungkan jalan raya pos yang dibangun di jaman hindia belanda oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels sepanjang 1.000 Km yang membentang di pesisir utara pulau jawa dari anyer di banten sampai panarukan di Jawa Timur.


Part 1 ( Anyer - Jakarta )

jalur anyer Jakarta






tidak seperti titik akhir di panarukan yang ada tugu penanda berakhirnya jalan raya anyer-panarukan, titik awal atau 0 Km tidak begitu jelas, namun menurut beberapa literasi yang saya dapatkan, jalan anyer panarukan dimulai dari menara cikoneng di daerah anyer kabupaten serang provinsi Banten. Dari anyer sampai batavia (saat ini kita kenal sebagai kota tua) melalui cilegon, serang, dan tangerang yang saat ini kita kenal sebagai jalur pantai utara jawa jaraknya sekitar 128 Km. jalur ini sudah beberapa kali saya lewati dengan bersepeda, pertama kali di tahun 2013 saat pertama kali bersepeda jarak jauh keluar jabodetabek dari jakarta menuju anyer dan merak ( tour de merak  ), dan terakhir di tahun 2017 sebagai bagian dari perjalanan tour de banten

Pantai Anyer

jalur dari anyer menuju jakarta di dominasi oleh jalan datar yang cukup mulus karena sebagian besar merupakan jalur nasional. mungkin yang jadi tantangan di jalur ini adalah panas dan angin yang cukup besar. sepanjang jalan juga cukup ramai dan banyak warung makan maupun mini market sehingga tidak terlalu khawtir terkait perbekalan. mungkin yang perlu jadi perhatian para pesepeda yang melalui jalur ini adalah harus berbagi jalan dengan truk, kontainer dan bus sebagai penguasa jalanan. pernah punya pengalaman tidak mengenakan dengan para penguasa jalanan tersebut, posisi waktu itu sudah paling kiri bahkan sudah diluar garis putih dan disamping merupakan trotoar yang terbuat dari pasir, di belakang ada bis yang saling balapan dan main klakson, karena kaget saya banting ke arah jalur pasir dan hampir jatuh. jalur ini melalui dua provinsi ( Banten dan DKI Jakarta) dan  enam daerah Kab/Kota (Kab. Serang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Kota Jakarta Barat, )

kota Tua Jakarta


Part 2 (Jakarta- Bandung)

Jakarta - Bandung


untuk bagian 2 (dua) dari jakarta menuju bandun,  saya juga baru menyadari merupakan jalur yang jadi bagian dari jalan raya pos yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di tahun 2023 ini. jalur dari jakarta menuju bandung via puncak saya lalui melalui beberapa perjalanan, pertama dari jakarta menuju puncak sejauh 91 Km saya lakukan di tahun 2023 ini dan perjalanan dari bogor menuju bandung sejauh 120 Km di tahun 2018, jadi saya sudah dua kali melalui jalur tanjakan dari bogor menuju puncak pass. Sebenarnya, untuk perjalanan ke bandung pernah saya lakukan beberapa kali dan beberapa jalur, seperti via purwakarta maupun via jonggol.

perbatasan bogor dan ciajur di puncak pass

jalur jakarta bandung bagi saya merupakan bagian yang terberat dari jalan raya pos yang membentang dari anyer sampai panarukan. jalur sepanjang 181 Km tersebut di dominasi oleh tanjakan dengan elevasi total hampir 2.700 meter dengan titik tertinggi berada di puncak pass sekitar 1.480 Mdpl. selain tanjakan, hawa dingin juga menjadi salah satu tantangan tersendiri melalui jalur puncak, karena di sore hari saja suhu udara sudah mencapai 16 derjat. ini cukup berbeda dengan jalur anyer menuju jakarta yang di dominasi oleh panas. walaupun melewati jalur pegunungan, jalan yang di lewati sudah sangat ramai dengan pemukiman, di sepanjang jalan banyak penjual makanan maupun minuman, bahkan kalau libur jalur menuju puncak akan cenderung macet dan di terapkan satu arah. tidak bisa membanyangkan bagaimana jalan ini dibangun sekitar tahun 1800an dengan medan yang seperti ini. setelah puncak, jalanan akan melalui turunan tajam sampai kota cianjur, namun jangan senang dulu karena di daearah cipatat menuju padalarang akan kembali disuguhi tanjakan yang cukup menguras tenaga walaupun tidak seberat tanjakan puncak. jalur ini melalui dua provinsi ( Jawa Barat dan DKI Jakarta) dan  sebelas daerah Kab/Kota (Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Selatan, Kota Depok, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kab. Ciajur, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kota Bandung)

puncak Gunung Mas


Part 3 (Bandung-Cirebon)

jalur bandung - cirebon

pada saat jalan raya pos di bangun, kota bandung masih merupakan hutan belantara yang merupakan bagian dari kabupaten bandung. saat itu Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels melakukan kunjungan untuk melihat pembangunan jalan raya pos sekitar tahun 1810 bersama bupati bandung saat itu, lalu Daendels menancapkan tongkatnya disana, dan berkata, kalau saya kesini lagi daerah ini harus menjadi kota dan sejak saat itulah kota bandung berdiri dan titik dimana Daendels menacapkan tongkatnya dijadikan titik nol kilometer.

titik nol kilometer bandung

Jalur bandung menuju cirebon merupakan salah satu jalur yang melalui daerah pegunungan di antara jalur lainnya yang di dominasi pantai. namun tidak seperti jalur jakarta-bandung via puncak, elevasi jalur ini hanya sekitar 576 M, karena tanjakan hanya sampai daerah cadas pangeran di ketinggian 876 Mdpl ( ketinggian bandung sekitar 740 Mdpl). setelah itu jalanan akan didominasi oleh turunan sampai ke kota cirebon yang ada di pinggiran laut, sekitar 5 Mdpl. mungkin yang berbeda dari jalan raya pos dengan jalan utama bandung saat ini, jalur utama saat ini sebelum sampai daearah cadas pangeran, melewati daerah jatinangor yang saat ini seperti kota mandiri setelah banyak kampus yang pindah kesini seperti Unpad, ITB maupun IPDN. jalan raya pos dahulu dari bandung sebelum daerah cadas pangeran melalui daerah parakan muncang, setelah daerah rancaekek Kab. Bandung. memang saat ini jalur parakan muncang seperti jalur kampung tidak seramai daerah jatinangor.

Cadas Pangeran

perjalanan dari bandung menuju cirebon merupakan salah satu bagian yang saya selesaikan di tahun 2023 ini, tepatnya 9 Juli 2023 dengan menempuh jarak sejauh 151,61 Km selama 8 jam 15 menit dan 46 detik (total waktu 11 jam 37 menit dan 47 detik) dan hanya di satu provinsi Jawa barat dengan melewati  enam kota/Kabupaten (Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab.Majalengka, Kab. Cirebon dan Kota Cirebon).

view Gunung Ciremai

Part 4 (Cirebon-Batang)

Jalur Cirebon-Batang

Jalur ini merupakan salah satu jalur yang saya selesaikan sejak tahun 2014, salah satu bagian dari perjalanan bertajuk cycling home , perjalanan pulang kampun dari jakarta menuju malang yang menempuh jarak 885,15 KM selama 5 hari. Jalur sepanjang 178,59 Km di dominasi oleh jalan datar dengan  di beri sedikit bonus menjelang finish di alas roban pada petang hari. namun walaupun jalanan dominan datar, jalur pantai selalu menantang dengan terik matahari dan hembusan anginya, di tambah lagi jalur pantura ini saat saya lewati merupakan akses utama karena tol baru sampai cikampek, jadi banyak kendaraan yang melewatinya seperti para penguasa jalanan dan kendaraan pribadi. di tambah lagi dulu jalur pantura sering sekali rusak karena kendaraan yang melewatinya sangat banyak dan tidak ada habisnya.

keraton Kanoman Cirebon

Mungkin yang menyenangkan di jalur ini sebagian besar merupakan daerah pemukiman yang ramai sehingga tidak akan khawatir akan kebutuhan logistik. hanya daerah batang terutama alas roban yang merupakan jalur sepi dan hutan yang banyak menyimpan berbagai cerita misterinya. salah satu hal uni di jalur kali ini, ada sebuah nama, digunakan dua daerah yang sama, yaitu ""losari"", ada di Kabupaten Cirebon Jawa Barat dan Kabupaten Brebes di Jawa Tengah.

perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah

perjalanan yang saya selesaikan pada tanggal 27 Mei 2014 dengan menempuh jarak sejauh 178,59  Km sdalam waktu 11 jam 51 menit 32 melalui dua provinsi ( Jawa Barat dan Jawa Tengah) dan  sembilan daerah Kab/Kota (Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Brebes, Kota Tegal, Kab. Tegal, Kota Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Pekalongan, dan Kab. Batang)

Masjid Agung Brebes

Part 5 (Batang-Rembang)

jalur batang-rembang

Jalur sepanjang 226 Km ini merupakan salah satu jalur yang saya selesaikan dalam dua sesi perjalan dengan rentang waktu sekitar 9 tahun. perjalanan pertama di tanggal 28 mei 2014 dari alas roban batang menuju semarang sepanjang 59,79 Km selama hampir 4 jam dengan jalan sedikit menanjak di alas roban yan dilanjutkan dengan turunan yang lumayan panjang sampai keluar alas roban dengan jalanan yang sepi karena masuk kawasan hutan, yang dilanjutkan memasuki kabupaten kendal, daerah industri jawa tengah sebagai penyanggah semarang.

masjid agung Jawa Tengah di Semarang

sementara bagian kedua perjalanan ini baru terlaksana di tanggal 1 juli 2023 dengan jarak sepanjang 167,99 KM dengan waktu 8 jam 50 menit dan 22 detik (total waktu 11 jam 29 menit dan 10 detik) dengan jalan di dominasi datar dengan panas yang terik dan angin lumayan kencang denga elevasi 205 M (ketinggian maksimal 58 M) terutama di daerah lasem menujun finish di sarang kabupaten rembang yang di dominasi oleh bukit-bukit kapur, karena adanya PLTU. sepanjang jalur di dominasi oleh daerah pemukiman maupun industri, cuma di beberapa titik melewati daerah pinggir laut dan daerah tambak ataupun petani garam.

perbatasan Jateng dan Jatim

walaupun jarak yang ditempuh cukup panjang sampai sekitar 226 Km, perjalanan ini masih ada dalam satu provinsi jawa tengah, dan  kabupaten dan kota yang dilewati tidak terlalu banyak , hanya sekitar 7 Kab/Kota (Kab. Kendal, Kota Semarang, Kab. Demak, Kab. Kudus, Kab. Pati dan Kab. Rembang)

pantai utara jawa kabupaten Rembang

Part 6 (Rembang-Surabaya)

Jalur Rembang - Surabaya

bagian ini merupakan jalur terakhir yang saya selesaikan dari rangkain 1.000 Km jalan raya pos Daendles di tanggal 23 Agustus 2023. untuk rutenya pun tidak dari rembang menuju surabaya, tapi dibalik dari surabaya menuju rembang, tepatnya di Kecamatan sarang di perbatasan jawa tengah dan jawa timur di jalur pantura. boleh dikataka jalur ini merupakan jalur pantai utara yang terberat dengan elevasi mencapai 466 meter, yang kebanyakan dilalui saat memasuki pegunungan kapur dan hutan jati seperti daerah sidayu, jalur brondong menuju palang dan di jenu tuban. Daerah ini memang terkenal akan pegunungan kapur sehingga banyak industri seperti pabrik semen di daerah ini, tentu saja yang terkenal seperti semen gresik (sekarang semen indonesia), petrokimia dll. di luar itu jalur yang dilalui cenderung datar, namun tetap dengan tantangan khas jalur pantai, panas dan angin kencang. untuk lalu-lintas cenderung sepi, ramai hanya di daerah tuban menuju rembang karena sudah masuk jalur bus surabaya - semarang dan begitu memasuki daerah industri di Gresik dan surabaya yang begitu banyak truk kontainer. Di beberapa titik, jalan rayanya sudah langsung bersebelahan dengan laut jawa.

salah satu Gunung Kapur di Gresik

jarak yang ditempuh dalam bagian ini sejauh 160,38 Km yang diselesaikan dalam waktu 8 jam 45 menit 40 detik (waktu keseluruhan 10 jam 57 menit dan 32 detik) menempuh dua provinsi (jawa tengah dan Jawa Timur) serta lima kabupaten/kota (Kab. Rembang, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik dan Kota Surabaya)

perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur

Part 7 (Surabaya-Panarukan)

Jalur Surabaya-Panarukan

bagian terakhir dari jalur anyer-panarukan ini ditempuh dari surabaya menuju panarukan sebuah kecamatan di Kabupaten situbondo. Jarak yanng ditempuh dalam rute ini sekitar 187 Km, yang sepenuhnya di Provinsi Jawa Timur. perjalanan ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 29 maret 2015 dan merupakan bagian dari tour de nusantara yang merupakan perjalanan impian saya untuk mengelilingi nusantara dengan bersepeda. Rute di dominasi dengan jalan pesisir pantai utara yang jawa datar, namun dengan cuaca yang cukup panas dan angin kencang. di jalur ini juga melalui beberapa bangunan yang menjadi landmark seperti PLTU yang ada di paiton, salah satu obyek vital yang mengaliri listrik di pulau Jawa dan Bali.

PLTU Paiton

 jalur dari surabaya menuju panarukan sejauh 187 Km hanya melewati satu provinsi Jawa timur,  serta tujuh kabupaten/kota (Kab. Situbondo, Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kota Surabaya)


Tugu 1000 Km di Panarukan


 

Akhirnya, setelah sepuluh tahun menyelesaikan bagian demi bagian jalan raya pos yang dibangun di jaman hindia belanda oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels sepanjang 1.000 Km yang membentang di pesisir utara pulau jawa dari anyer di banten sampai panarukan di Jawa Timur dapat diselesaikan. Impian selanjutnya semoga bisa menempuh perjalanan ini dalam satu waktu perjalanan, seperti disampaikan salah satu band yang menjadi sound track salah satu film hits yang saya modifikasi :

"Mimpi adalah kunci Untuk kita menaklukkan dunia, 
 Bersepedalah tanpa lelah Sampai engkau meraihnya".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar