Senin, 08 Februari 2016

Sibuatan, top of sumatra utara


Gunung Sibuatan

Nama gunung sibuatan mungkin masih terdengar “asing” ditelinga kalangan penggiat kegiatan alam bebas di Pulau Jawa, hal itu wajar karena masyarakat Sumatra Utara dimana gunung itu berada saja masih banyak yang tidak mengetahui keberadaan gunung sibuatan. Karena itulah informasi terkait gunung sibuatan sangat minim, menjadikan gunung sibuatan semakin misterius, semisterius medan yang akan dihadapi dalam pendakian gunung sibuatan.
Gunung sibuatan sendiri merupakan gunung yang tidak aktif dan berada di Provinsi Sumatra Utara, dengan ketinggian sekitar 2457 mdpl, gunung tertinggi di Sumatra Utara. Letak tepatnya berada di desa nagalingga kecamatan merek Kabupaten Karo atau sekitar 100 km jaraknya dari kota Medan ibukota provinsi Sumatra Utara.

senja dari desa nagalingga, kaki gunung sibuatan

Pengelolaan gunung naga lingga dilakukan ole pemuda yang ada di desa nagalingga dengan wadah bernama Generasi muda Pelestari (Gempari) nagalingga. Walaupun dikelola secara mandiri oleh warga setempat, namun pengelolaanya bahkan jauh lebih baik dari beberapa gunung di pulau jawa, yang bahkan statusnya adalah taman nasional. Gempari menetapkan waktu yang di ijinkan untuk melakukan pendakian antara pukul 06.00 – 13.00 waktu setempat, jika datang setelah lewat dari pukul 13.00 para pendaki dapat menunggu dengan menginap di pos registrasi yang berada tepat di samping jalan raya menuju sidikalang dengan Cuma-Cuma.  Alasan hanya diijinkanya pendakian sampai pukul 13.00 karena karakter gunung sibuatan, dimana medan yang berat dan cuaca ekstrim khas hutan tropis siap menyambut selama perjalanan. Selain itu, jika sampai pukul 18.00 di hari rencana turun yang sudah di tulis oleh pendaki di pos regristasi, pendaki belum turun dan melapor akan dilakukan oleh Gempari. Yang paling keren terkait pemeriksaan peralatan dan barang bawaan, untuk peralatan, akan dicek apakah memenuhi standar keseelamatan atau tidak, jika peralatan yang dibawa kurang memenuhi standar, para pendaki tidak dipekernankan untuk melanjutkan pendakian, hal ini masih terkait dengan beratnya medan yang ada dan cuaca ekstrim gunung sibuatan. Untuk pemeriksaan barang bawaan, setiap penddaki akan digeledah kariernya, dan dicatat barang bawaan pendaki yang potensi untu menjadi sampah, jika nanti saat turun sampah yang dibawa tidak sama, akan dikenakan sanksi untuk mengambil kembali sampah yang ditinggalkan atau memunguti sampah yang ada di desa nagalingga atau membayar denda IDR500.000. dan terakhir terkait kesiapan tim yang akan melakukan pendakian, jika dirasa (hasil wawanara) rombongan tim belum berpengalaman, diwajibkan untuk memakai ranger, hal ini bertujuan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa karena medan berat dan cuaca ekstrim gunung sibuatan. 

pos registrasi

Hanya ada satu jalur yang bisa dilalui untuk mencapai puncak gunung sibuatan, yaitu melalui desa naga lingga. Untuk menccapai desa nagalingga, bila kita berasal dari jakarta ataupun daerah manapun dan melalui bandara kualanamu, dapat naik bis ALS jurusan binjai ataupun gagak hitam, turun di simpang pos (fly over jamin ginting), dari simpang pos terdapat dua alternatif, pertama via kaban jahe dengan ongkos yang lebih murah, diawali dengan naik minibus jurusan kabanjahe dengan tarif IDR13,000 dan waktu tempuh dua jam, dilanjutkan dengan angkot jurusan merek dengan tarif IDR7,000 dan waktu tempuh tiga puluh menit, dari peertigaan merek dapat naik bentor dengan tujuan desa nagalingga, turun di pos registrasi yang berada di kiri jalan dengan tarif IDR5,000 dan waktu tempuh lima belas menit, tapi jangan salah untuk bentor jurusan nagalingga dari merek dapat dinaiki enam orang ditambah satu karung beras dan karier 75L, sangat menegangkan (karena punya pengalaman terbalik dari becak). Alternatif kedua, dari simpang pos kita dapat naik minibus jurusan sidikalang atau samosir, turun di desa nagalingga (pos registrasi) dengan tarif IDR30,000 dan waktu tempuh selama tiga jam.

pintu rimba

Pos Pintu Rimba
pos pintu rimba

Setelah melakukan pendaftaran di pos registrasi dengan membayar restribusi sebesar IDR10,000 dan meninggalkan kartu identitas, perjalanan dapat dilajutkan menuju pos pintu rimba untuk dilakukan pemeriksaan barang bawaan. Pos pintu rimba terletak di perbatasan antara ladang penduduk dan hutan, yang dapa ditempuh dalam waktu 1 jam dengan medan landai dan masih beraspal melewati ladang penduduk yang ditanami, umbi, kopi dan kubis. Ada yang unik dalam perjalanan menuju pintu rimba, di sepanjang ladang kita akan menemui makam masyarakat batak di beberapa tempat, yang dibangun sangat bagus seperti rumah yang dihuni. Di pos pintu rimba inilah terdapat sumber air terakhir, karena di sepanjang jalur pendakian air sangat sulit didapat, ditempat inilah bisa digunakan mengisi persediaan air selama pendakian.

shelter 1

Shelter 1

Ada lima shelter untuk mencapai puncak gunung sibuatan dengan medan yang berbeda-beda tingkat kesulitanya. Medan menuju Shelter 1 merupakan yang paling ringan dibandingkan yang lain. Jalur sudah mulai menanjak, namun kondisi tanah masih kering dan belum banyak tumbang disepanjang jalur, dengan vegetasi pepohonan besar yang membuat pemandangan sedikit lega. Dibutuhkan waktu sekitar 36 menit dari pintu rimba untuk mencapai shelter 1. Shelter satu merupakan dataran yang agak luas dan mampu menampung sekitar 3-4 tenda. Jika memulai pendakian sudah sore dan tidak keburu untuk mencapai shelter 3 atau 4, sebaiknya mendirikan tenda disini karena di shelter dua tidak bisa untuk mendirikan tenda.
shlter 2

Shelter 2

trak dari shelter 1 meenuju shelter 2

Ternyata medan yang bagus dari pintu rimba menuju shelter 1 hanyalah “pemanasan” yang disiapkan gunung sibuatan untuk mendakinya. Medan dengan jalan yang lebar dengan tanah kering berganti dengan tanah berlumpur seperti lumpur hisap sepanjang jalan, disela-sela tanjakan yang semakin miring dan bonus pepohonan tumbang disepanjang jalan yang memaksa untuk melompat dan merayap sepanjang perjalanan, serta hutan lumut yang sangat lembab sehingga udara dingin mulai menyergap walaupun hari masih pagi, ditambah angin yang bertiup kencang menembus tulang yang menambah berat perjalanan, seakan ingin mengatakan “this is sibuatan”, walaupun dari ketinggian akan dipandang sebelah mata, tapi dari segi medan akan dijadikan guru. Dibutuhkan waktu 83 menit atau 1 jam 23 menit untuk mencapai shelter 2 dari shelter 1, tidak terdapat tempat untuk mendirikan tenda dishelter 2, karena shelter 2 hanya berupa tanah berlumpur yang miring.  

shelter 3

Shelter 3
Selepas dari shelter 2, bukan berarti medan yang dilalui akan menjadi lebih ringan, ternyata medan yang harus dilalui untuk menuju shelter 3 semakin menjadi-menjadi. Tanahnya lebih berlumpur dan berair yang membuat jalan kita akan semakin berat, setiap langkah adalah sebuah perjuangan. Belum lagi pohon yang tumbang semakin banyak, memaksa kita lebih sering menunduk untuk merayap dan melompat, seakan kita berjalan dalam gua pepohonan. Itu semua ditambah dengan akar-akar pohon yang licin yang harus kita pijak disepanjang jalan. Benar-benar ujian bagi mereka semua yang ingin mencapai tanah tertinggi sumatra utara. Dibutuhkan waktu sekitar 81 menit atau 1 jam dan 21 menit dari shelter 2 menuju shelter 3. Sebenarnya shelter 3 juga merupakan tanah miring yang berlumpur seperti halnya shelter 2, namun karena jarak dengan tempat yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda (sheelter 5) masih sangat jauh, akhirnya Gempari berinisitif mendirikan rumah panggung tanpa atap sekedarnya untuk tempat beristitrahat jika kondisi darurat (amat disarankan untuk mendirikan tenda di shelter 5). Rumah panggung yang terdapat di shelter 3, mampu untuk menampung 3-4 tenda.
Shelter 4

Shelter 4
track antara shelter 4 dan 5

Semakin tinggi kita mendaki, semakin berat medan yang akan kita lalui, begitu mungkin ungkapan yang ingin disampaikan oleh gunung sibuatan. Karena dari shelter 3 menuju shelter 4 bukanya semakin ringan malah menjadi-jadi, bisa dikatakan jalur antara shelter 3 menuju shelter 4 ini merupakan medan yang paling berat dalam pendakian gunung sibuatan. Medanya masih sama dengan sebelumnya, tanah berlumpur dengan pohon bertumbangan di dalam hutan lumut yang disertai dengan akar pepohononan, namun itu semua levelnya seperti di upgrade, dengan tanjakan yang semakin curam, tanah yang semakin berlumpur, pohon tumbang yang semakin banyak dan akar-akaran yang semakin licin. Dibutuhkan waktu hingga 129 menit atau 2 jam 9 menit dari shelter 3 menuju shelter 4. Shelter 4 hampir sama persis dengan shelter 3, tanah miring berlumpur yang dibangun rumah panggung tanpa atap yang mampu memuat 3-4 tenda.

Shelter 5
Shelter 5
Walaupun tidak seberat medan dari shelter 3 menuju shelter 4, medan yang harus dilalui dari shelter 4 menuju shelter 5 tetap bisa membuat keringat kita akan mengucur deras. Dengan medan separuh masih berlumpur dan separuhnya lagi tanah berkapur dengan pemandangan yang bukan lagi diselimuti hutan berlumut, seakan membangkitkan kembali semangat yang sempat hilang. Dibutuhkan waktu 59 menit atau hampir sejam untuk mencapai shelter 5 dari shelter 4. Shelter 5 merupakan area yang disarankankan untuk mendirikan tenda bagi pendaki gunung sibuatan, disini terdapat tanah datar yang amat luas yang bisa menampung sampai dengan 20 tenda, dari sini juga kita bisa menuju dua tempat yang bersimpang disini dengan keunggulan masing-masing, puncak barat merupakan tanah tertinggi tanah sumut, puncak sesungguhnya gunung sibuatan, atau menuju puncak timur, tempat dengan pemandangan paling bagus di gunung sibuatan karena bisa melihat danau toba atupun gunung sinabung.
Puncak Gunung Sibuatan

Puncak Barat
Dari shelter 5, untuk menuju puncak barat atau puncak sebenarnya gunung sibuatan, kita harus mengambil jalur ke kiri, jalur setapak landai yang diselingi tanjakan namun masih dengan tanah becek berlumpurnya yang menjadi cir khas gunung sibuatan. Perjalanan menjadi lebih mudah karena kita tidak harus membawa “kulkas” atau karier dipunggung kita, juga tidak ada lagi pohon bertumbangan yang melintang disepanjang jalan. Puncak hanya ditandai dengan sebuah pilar yang kira-kira tingginya sekitar 2 meter, tanpa ada petunjuk itu puncak gunung sibuata ataupun tulisan yang menunjukan itu ketinggian bearapa, sangat misterius, semisterius gunungnya yang jarang diketahui orang dan terbatasnya informasi. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit (tanpa karier) dari shelter 5 menuju puncak gunung sibuatan.

Puncak Timur

Puncak Timur
Jika saat sampai di shelter 5 tenaga masih kuat dan memungkinkan untuk berjalan lagi sekitar 20 menit, disarankan untuk mendirikan tenda di puncak timur karena pemandangan yang lebih bagus. Dari puncak timur kita bisa melihat matahari terbit di atas lautan awan, maupun gunung dinabung dan danau toba dari ketinggian. Di puncak timur terdapat seikit area yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda yang mampu untuk menampung sekitar 8-10 tenda.

danau toba dari puncak timur
Pada akhirnya, dari gunung sibuatan kita bisa kembali belajar dari alam, jangan pernah menilai sesuatu dari apa yang tampak dan kasat mata, karena hakekat sesungguhnya adalah apa yang tidak nampak dari mata kita, seperti halnya gunung sibuatan, yang bila dilihat dari ketinggian hanyalah 2457mdpl, tapi saat didaki beratnya medan sudah setara bahkan lebih berat dengan gunung dengan ketinggiang 3726mdpl. Karena....

Alam diciptakan dengan misteri yang tidak diketahui,
Bukan misteri yang membuat takut,
Tapi misteri yang membuat kita bergairah untuk mengetahuinya,

Untuk itu kita tidak boleh meremehkan alam, karena alam akan mempunyai cara tersendiri untuk membalasnya. Selamat memecahka misteri-misteri yang diciptakan oleh alam Indonesia...